Selasa, Februari 16, 2016

Metodologi penafsiran Khasanah Islam Klasik

 Metodologi penafsiran Khasanah Islam Klasik
Hanafi menjelaskan tiga pendekatan terhadap khasanah klasik. Pertama adalah pendekatan kaum tradisionalis yang beranggapan bahwa khsana lama tersebut telah memberikan solusi atas persoalanyang kita hadapi. Para tradisionalis tersebut berkeyakinan bahwa khasanah tersebut telh mencakup segala persoalan masa lalu, masa kini dan masa yang  akandatang dank arena itu kita harus kebali ke khasanah itu.
Pendekatan kedua adalah pendekatan modernis yang mendukung usaha-usaha modernisasi. Mereka berkeyakinan bahwa khasanah lama tidak memiliki nilai sama sekali, karena ia tidak mengandung unsure-unsur yang berguna untuk membangun sebuah masyarakat dan bahkan menganggapa khasanah tersebut adalah bagian dari keterbelakangan kaum modernis ini ingin membangun sebuah bangunan baru disamping bangunan lama. Menurut hanafi sikap tersebut benar menurut secara prinsip, tapi praktiknya tidak benar. Ia mengingatkan bahwa kehidupan sebuah bansa tidak dapat diubah dalam sekejab. Kalau kita ingin mengubah sebuah masyarakat, harus dimulai dari akarna bkan dari permukaannya saja. Baginya khsanah klasik tidakberniai sama sekali. Ia lebih baik sebagai tujuan atau palin tidak sebuah alat.
Pendekatan ketiga adalah gabungan antara tradisi dan pembaruan. Pendekatan ini bermaksud untuk memilih unsure-unsur yang baik dari nilai-niai tradisional yang sesuai dengan tuntutan zman, dan pada saat yang ama, mencoba untuk menguji nilai-nilai modern dengan nilai-nilai tradisional. Dengan demikian pendekatan ini mencoba untuk mengidentifikasi  kelemahan dan kekuatan dari kedua nilai tersebut, lalu menentukan nilai yang paling sesuai dengan zaman.

Cat: pada penentuan suatu tradisi yang harus ditinaju adalah dari segi waktu, tempat dan kndisi saat itu.
” tradisi sebagai’ kekayaan jiwa (spiritual masyarakat)”  adalah” basis teoritis bagi onstribusi masa kini” dengan pernyataan ini, hanafi ingin menyarakan bahwa kita tidak bisa mangabaikan tradisi, karena ia telah membentuk masa kini. Menurut Hanafi,  kita dapat memecahkan masa kini dengan mencari akar-akar historinya dan ide-ide modern dalam tradisi. Menurutnya menyepelekan tradisi akan menghasilkan kegagalan moderernis karena ketidak sesuaian antara modernism dan tradisi
Sumber: polotik islam karangan Nanang Tahqiq